Senin, 13 Februari 2017

Rute Honeymoon


1. Sabang
2. Singapura
3. Malaysia
4. Thailand
5. Kamboja
6. Vietnam
7. Laos
8. Brunei
9. Filipin
10. Hongkong
11. Taiwan
12. Jepang
13. Korea Selatan
14. China
15. Mongolia
16. Rusia
17. Kazakhstan
18. Kyrgyztan
19. Tajikistan
20. India
21. Oman
21. Uni Emirat Arab
22. Qatar
23. Bahrain
24. Arab Saudi
25. Yordania
26. Cyprus
27. Turki
28. Bulgaria
29. Yunani
30. Albania
31. Montenegro
32. Bosnia
33. Kroasia
34. Slovenia
35. Austria
36. Czech
37. Polandia
38. Lithuania
39. Latvia
40. Estonia
41. Finlandia
42. Swedia
43. Norwegia
44. Denmark
45. Jerman
46. Belanda
47. Belgia
48. Perancis
49. Inggris
50. Irlandia
51. Swiss
52. Italia
53. Spanyol
54. Andorra
55. portugal
56. Maroko
57. Aljazair
58. Libia
59. Mesir
60. Sudan
61. Sudan selatan
62. Ethiopia
63. Kenya
64. Somalia
65. Tanzania
66. Malawi
67. Mozambik
68. Madagaskar
69. Zimbabwe
70. Afrika selatan
71. Swaziland
72. Namibia
73. Angola
74. Kongo
75. Republik Kongo
76. Gabon
77. Guinea
78. Cameroon
79. Nigeria
80. Benin
81. Togo
82. Gana
83. Pantai Gading
84. Liberia
85. Sierra Leone
86. Guinea
87. Guinea Bissau
88. Gambia
89. Senegal
90. Brazil
91. Uruguay
92. Argentina
93. Chile
94. Bolivia
95. Peru
96. Ecuadoe
97. Colombia
98. Venezuela
99. Panama
100. Costa rica
101. Suriname
102. Nicaragua
103. Panama
104. Guatemala
105. Mexico
106. Amerika Serikat
107. Kanada
108. Selandia Baru
109. Australia
110. Papua New Guinea
111. Merauke

Kamis, 02 Februari 2017

Ngaca Dulu

Bismillaah.....
Karena banyak yg Japri tanya beda anak *aktif dan hiperaktif* saya akan cuma jelaskan bedanya ;

Ciri-ciri anak aktif:

Fokus.
Ketika melakukan suatu aktivitas misalnya merangkai puzzle anak bisa berkonsentrasi dam menyelesaikannya dengan baik secara tenang.

Beristirahat ketika lelah.
Anak berhenti melakukan aktivitas ketika merasa lelah dan segera beristirahat.

Penurut dan mau berbagi.
Mematuhi apa yang dikatakan orang tua misalnya untuk menjaga mainannya, bukan merusaknya.

Memiliki kesabaran dan tidak suka usil mengganggu orang lain.Bisa bermain dengan tenang dan jika berbicara suaranya tidak keras.



Ciri-ciri anak hiperaktif:

Tidak fokus dan tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan atau permainannya.
Anak tidak bisa konsentrasi dan cepat merasa bosan dalam bermain, misalnya saat bermain lego belum selesai merangkainya anak sudah berpindah pada permainan lainnya.

Tidak mengenal lelah dan suka melakukan gerakan tanpa tujuan yang jelas.
Selalu saja ada hal yang membuatnya bergerak, misalnya berlompat dari atas kursi ke kursi lainnya, menggoyangkan kaki di bawah meja, berguling dan memanjat di tempat yang bukan selayaknya, mengangkat kedua tangan ke atas dan berlari keliling rumah dan mengepakan “sayap” seperti burung atau pesawat. Mengetuk meja dengan peralatan makan saat di meja makan dan jarang mengantuk atau sedikit tidur.

Suka menentang, memberontak, tidak mau berbagi dan suka merusak.
Anak tidak bisa dilarang. Ketika diberitahu untuk tidak merusak mainannya, anak tidak mematuhi nasihat orang tua dan cenderung merusak mainannya. Cepat emosi ketik keinginannya tidak dapat dipenuhi.

Tidak memiliki kesabaran dan suka usil menggangu orang lain.
Suka menyerobot barisan, tidak mau menunggu giliran, mengajak teman berbicara saat jam pelajaran di kelas berlangsung, mendorong atau memukul teman tanpa sebab.

Tidak dapat tenang walaupun sebentar saja, misalnya saat dibacakan dongeng menjelang tidur pun tangannya terus bergerak atau sambil berguling dan melompat di atas tempat tidur.Anak banyak berbicara dengan suara keras dan cenderung berteriak. Suka menyela pembicaraan orang lain.Agresif, susah bergaul dan suka mencari perhatian orang lain.

Memiliki anak-anak yang hiperaktif adalah tantangan bagi para orang tuanya. Anak hiperaktif membutuhkan lebih banyak perhatian, disiplin dan juga sikap konsisten dari orang tuanya.

ada perbedaan sedikit dengan anak autis, kalau anak hiperaktif itu biasanya anak banyak melakukan aktifitas yang berlebihan bahkan tidak mau diam. Gejala anak hiperaktif biasanya sulit menerima sebuah perintah, sukar memusatkan perhatian, mudah kehilangan barang, dan banyak bicara. Ada yang mengatakan bahwa anak hiperaktif ada yang dipiju dari akibat faktor genetis atau keturunan atau pola mendidik anak. Selain itu pemicunya adalah terjadi akibat kondisi otak yang tak dapat memproduksi senyawa kimia untuk mengorganisasikan pikiran. Tak heran bila anak-anak yang terlalu aktif terkesan tak terencana dan seenaknya sendiri.


Sedangkan anak autis lebih cenderung memiliki dunianya sendiri dan suka berimajinasi sendiri. Anak-anak penderita autisme sebenarnya KURANG cenderung sengaja berbuat jelek daripada anak-anak lain pada umumnya. Mereka terlihat berperilaku buruk; seperti berlarian di ruangan, memukul-mukulkan benda, menolak untuk untuk berkumpul, atau memanjat lemari esHal itu bisa terpicu kalau anak pada masa kecilnya sering sendiri maupun tidak ada orang yang mengajak bicara, sehingga dia sering berbicara sendiri bahkan merasa dia tidak butuh orang lain untuk berbicara karena asyik dengan imajinasinya sendiri.

Rabu, 01 Februari 2017

Menggapai My Future

[02/02 05:28] ‪+62 813-2875-4180‬: *CARA MELATIH KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK-ANAK KHUSUS*

Bagaimana Cara Melatih Kemampuan Motorik Halus pada Anak-Anak Khusus ?
Motorik halus adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang pada tingkat perkembangannya yang berhubungan dengan koordinasi fisik, sel otak dan koordinasi mata sehingga seorang anak mencapai kemampuan sesuai dengan perkembangannya.
Kemampuan Motorik halus adalah tingkatan perkembangan yang harus dimiliki oleh setiap anak pada masing-masing perkembangannya. Masing-masing perkembangan motorik halus anak akan berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan anak termasuk dalam kecerdasan dan keadaan fisik anak, stimulus yang anak dapat dari lingkungan keluarganya termasuk dalam pola asuh dan pola didik serta perkembangan kemampuan masing-masing anak.
Berikut ini tingkat perkembangan motorik halus menurut tngkatan usia :
1. Usia 1- 2 tahun
a. Memegang alat tulis
b. Membuat coretan bebas
c. Menyusun menara dengan 3 balok
d. Memegang gelas dengan 2 tangannya
e. Menumpahkan benda-benda dari wadah dan memasukkanya kembali
f. Meniru garis vertikal dan horizontal
g. Memasukkan benda ke dalam wadah yang sesuai
h. Membalik halaman buku walau belum sesuai
i. Menyobek kertas
2. Usia 2-3 tahun
a. Meremas kertas atau kain dengan menggunakan lima jari
b. Melipat kertas meskipun belum rapi/lurus
c. Menggunting kertas tanpa pola
d. Koordinasi tangan cukup baik untuk memegang benda pipih seperti sikat gigi dan sendok
3. Usia 3-4 tahun
a. Menuangkan air, pasir atau biji-bijian kedalam tempat penampung (ember, mangkuk)
b. Memasukkan benda kecil kedalam botol (potongan lidi, kerikil atau biji-bijian)
c. Meornce manikmanik yang tidak terlalu kecil dengana benang yang agak kaku
d. Menggunting kertas dengan pola garis lurus
4. Usia 4-5 tahun
a. Membuat garis vertikal, horizontal, garis lengkung kiri/ kanan, miring kiri/kanan dan lingkaran
b. Menjiplak bentuk
c. Mengkoordinasi jari tangan dan mata untuk meniru bentuk tulisan
d. Meniru bentuk dari berbagai media
e. Membuat bentuk dari bahan tanah liat/plastisin atau media lainnya sesuai dengan ekspresi diri
5. Usia 5-6 tahun
a. Menggambar sesuai dengan gagasannya
b. Meniru bentuk dengan berbagai media (menulis bentuk, melipat, membentuk plastisin)
c. Melakukan ekspolari dengan berbagai media
d. Menggunting sesuai pola
e. Menempel gambar dengan tepat
f. Menggambar secara detail
Lalu bagaimanakah dengan anak-anak khusus dengan perkembangan motorik halus yang belum mencapai sesuai dengan perkembangannya? Tak usah pesimis, ikuti setiap tahapan perkembangan yang ada lalu latih anak sesuai dengan kemampuannya. Catat setiap tahap perkembangan yang dapat dilakukan anak dan ulang kembali bila anak belum mencapai tahapannya.
Pada anak-anak khusus sering kali mengalami kesulitan dalam mengikuti tahapan-tahapan diatas tapi dengan latihan terus menerus serta kerja sama dengan orang tua untuk melatih setiap tahapan, kemampuan anak dalam motorik halus akan terlihat ada peningkatan.
Biasakan guru dan orang tua dalam setiap latihan untuk terus memberikan dorongan sehingga anak tidak terpaksa dalam melakukannya dan dalam keadaan menyenangkan. Beri terus latihan-latihan yang lebih bervariasi serta menyenangkan sehingga anak tidak bosan dengan latihan yang sama.
Kerjasama guru dan orang tua dalam penanganan anak-anak khusus, akan lebih meningkatkan kemampuan motorik halus anak-anak khusus. Guru harus mampu untuk memberikan arahan, motivasi serta bimbingan agar orang tua mengikuti program dan tahapan-tahapan yang diberikan oleh guru.
Jangan pernah bosan untuk terus melatih kemampuan motorik halus anak-anak khusus karena melatih anak-anak khusus agar mencapai perkembangannya dimulai dari rasa tanggung jawab kita sebagai pendidik.
Anak-anak adalah tanggung jawab kita, begitu juga dengan anak-anak khusus jadi kapan lagi kita berbuat kalau bukan dari saat ini juga.
Mari kita sukseskan program inklusi disetiap daerah agar nak-anak khusus pun mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangannya dan tetap memperhatikan kekhususannya.
Tidak ada yang tak mungkin bila kita terus mencoba, setiap hambatan itu bukan penghalang untuk terus memajukan anak-anak khusus karena hambatan itu adalah pembelajaran pada arah yang lebih baik bukan menghambat dan terhambat.
Sukses selalu untuk program inklusi. Setiap anak itu berharga dan setiap anak itu harus dihargai.
[02/02 06:03] ‪+62 813-2875-4180‬: *Contoh Terapi Motorik Halus*

1.Latihan menuangkan air

Menuang air memang bukan suatu pekerjaan yang mudah bagi anak special, apalagi kalau diharuskan tidak boleh ada tetesan air di sekitarnya. Pertama-tama anak diberi latihan menuang air dengan jumlah sedikit melalui contoh yang diberikan. Semakin teratur dan tanpa tetesan dalam menuangkan air, maka semakin baik kemampuannya.

2.Bermain pasir

Selain dengan air, latihan menuang dapat pula dengan pasir kering. Botol dan panci sebagai tempat menuang pasir, dan pasir yang telah dituang ke botol dan panci tersebut dapat dituang kembali ke ember. Bermain pasir ini dapat pula menggunakan pasir basah. Dengan menggunakan pasir basah, anak Special diajak berkhayal untuk mencetak benda-benda yang diinginkan, seperti kue, bangunan gedung, gunung, dan lain sebagainya.

3.Bermain tanah liat

Pertama kali anak special bermain dengan tanah liat, barangkali kegiatan yang dilakukan hanya mengepal-ngepal saja. Namun apabila mereka diberikan bimbingan dan latihan, kegiatan tersebut dapat diarahkan membentuk benda-benda di sekitarnya, seperti boneka, asbak, atau yang lainnya. Setelah hasil pekerjaan anak tersebut selesai dan dikeringkan, dapat dicat dengan berbagai warna agar menarik perhatiannya dan timbul motivasi untuk berbuat lagi yang lebih baik.

4.Meronce manik-manik

Pertama kali yang perlu diajarkan dalam kegiatan meronce, yaitu meronce manik-manik yang besar, kemudian dilanjutkan dengan yang kecil dengan menggunakan benang atau kawat halus. Setelah anak tertarik dengan kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan pemilihan dan kombinasi warna manik-manik yang dironce.

5.Latihan melipat

Untuk anak normal melipat bukan hal yang sulit, namun bagi anak Special melipat perlu diajarkan tersendiri sebab merupakan latihan yang tidak mudah. Latihan ini diawali dengan dua lipatan, empat lipatan, dan seterusnya dengan berbagai kombinasi sesuai batas kemampuan anak.

6.Mengelem dan menempel

Pertama-tama yang perlu diajarkan dalam latihan mengelem dan menempel ini, yaitu dengan menggunakan telunjuk jari untuk mengelem dan mengulasnya agar tidak terjadi kecerobohan. Untuk dapat lebih melekat, taruhlah secarik kertas atau kain di atasnya dan tekan. Apabila anak mampu mengerjakan dengan baik dan rapi, berilah pujian sebagai tanda penghargaan jerih payahnya.

7.Menggunting dan memotong

Latihan menggunting ini mengguanakan koran bekas, dapat diawali dengan menggunting bentuk sembarang, kemudian menggunting dengan cara yang lurus dan dilanjutkan dengan menggunting dengan garis-garis melengkung, yang akhirnya menggunting gambar-gambar dalam majalah atau koran.

8.Latihan menyobek

Untuk latihan ini anak harus menggunakan kedua tangannya, dimulai menyobek menjadi bagian-bagian besar hingga bagian yang sekecil-kecilnya. Hasil sobekan kertas kecil-kecil tersebut selanjutnya dapat dipergunakan untuk membuat rumah, pohon, gunung, dan lain-lain, dengan cara menempelkan di kertas yang masih utuh.

9.Jarum dan benang

Latihan jarum dan benang ini tidak hanya ditujukan bagi anak perempuan saja, tapi perlu juga diberikan pada anak laki-laki. Untuk kepentingan tersebut, dibutuhkan semacam alat bordir yang mula-mula harus ditusuk-tusukkan. Selanjutnya anak dapat dilatih menggunakan kain strimin yang kasar atau kain wol yang tebal dan sederhana. Dengan menggunakan jarum dan benang, anak special dapat membuat hiasan dinding, alas baki, tas, dan sebagainya.